Dari Mana Memulai Sertifikasi ISO? part 2

Pada part 1 saya sudah mengatakan bahwa hal yang terpenting adalah komitmen. kali ini saya masih membahas komitment.

Siapa yang berkomitmen?

Tentu saja komitmen dimulai dari pihak manajemen. Manajemen harus mentransfer komitmen ini kepada seluruh elemen di perusahaannya. Sehingga tidak bisa komitmen hanya oleh Manajemen saja atau hanya karyawan saja (termasuk manager sampai operator).

Baik dalam ISO 9001, ISO 14001 dan OHSAS 18001 komitment yang ada juga harus di tulis dan ditandatangani oleh managemen. dan  komitmen ini juga harus dikomunikasikan kepada seluruh karyawan, baik mulai level bawah smpai level tertinggi.

Secara umum dalam sistem manajemen mutu suatu perusahaan/organisasi haus menunjukkan kemampuannya untuk menyediakan secara konsisten produk yang memenuhi persyaratan pelanggan dan peraturan yang berlaku yang berhubungan dengan produk dimana secara keseluruhan sistem diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dengan adanya sistem yang efektif serta hal yang terpenting adalah adanya continual improvement serta jaminan kesesuaian terhadap persyaratan pelanggan.

Komitmen perusahaan dalam penerapan ketiga standar tersebut dapat dituangkan kedalam sebuah kebijakan perusahaan. Kebijakan yang diambil apabila hanya menerapkan satu sistem, maka harus sesuai dengan sistem yang akan di gunakan, tetapi apabila akan menerapkan sistem yang terintegrasi, maka kebijakan perusahaan juga harus menunjukkan komitmennya terhadap sistem-sistem yang di aplikasikan diperusahaannya. Komitmen yang dituangkan dalam kebijakan perusahaan (misal : kebijakan Mutu dan K3L), maka sebagai contiohnya perusahaan   harus:

  • ISO 9001 : mencerminkan bahwa perusahaan benar-baner berkomitmen untuk menjaga kesesuaian produk sehingga dipastikan prosuk yang dihasilkan terjamin mutunya, miminialisasi defect sehingga dapat mengurangi mengurangi complain dari pelanggan,dsb dimana fokus pada sistem ini adalah pelanggan. Tentu saja fokus pada pelanggan disini pasti di dukung dengan keefektifan sistem yang diterapkan di dalam perusahaan. apabila sistem mutu didalam perusahaan sendiri amburadul, bagaimana mamastikan kepada pelanggan bahwa produk yang dibelinya memiliki jaminan kualitas yang sama atau yang sesuai dengan yang diharapkannya dari waktu-ke waktu.
  • ISO 14001 : perusahaan harus mampu menunjukkan bahwa perusahaan benar-benar perduli terhadap lingkungan, misalnya dengan menerapkan kebijakan poduksi bersih, 5R, penggunaan sumber daya alam yang efisien, dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
  • OHSAS 18001 : perusahaan juga harus mempunyai komitmen untuk memberikan perlindungan penuh tehadap keselamatan dan penyakit akibat kerja kepada setiap orang yang bekerja di wilayahnya dan sekitanya termasuk masyarakat sekita.  Dalam hal ini adalah karyawan perusahaan, kontraktor, sub kontraktor atau bahkan tamu yang sedang berkunjung ke perusahaan tersebut. Komitmen yang dituangkan dalam kebijakan juga harus mampu menunjukkan bahwa perusahaan/organisasi juga sesuai dengan peraturan yang berlaku. peraturan disini bukan hanya peraturan dari pemerintah indonesia, tetapi bisa peraturan-peraturan internasional atau peraturan yang ditapkan oleh perusahaan apabila memang peraturan tersebut relevan dengan aktifitas perusahaan.

QMS, EMS dan OHSAS  yang sudah berjalan dengan baik akan sangat memberikan dampak yang luar biasa. Di internal organisasi yang menerapkan tentu saja akan semakin mendisiplinkan, mengefektifkan, dan selalu memberikan point-point untuk adanya perbaikan berkesinambungan terhadap sistem, baik produk, lingkungan ataupun kepada karyawan. Di pihak luar tentu akan semakin meningkatkan citra perusahaan dan diharapkan dengan peningkatan citra tentu saja akan semakin meningkatkan kepercayaan pelanggan, dan muara akhirnya adalah peningkatan omset perusahaan yang impacnya juga seharsnya akan kembali kepada karyawan.

Jadi dalam memulai sebuah sistem harus didukung dengan komitmen yang benar-benar kuat. tidak hanya diucapkan, tidak hanya dituliskan saja tetapi komitmen ini harus benar-benar dikomunikasikan dengan baik sehingga dimengerti dan dipahami oleh setiap bagian dalam perusahaan.

About these ads

11 thoughts on “Dari Mana Memulai Sertifikasi ISO? part 2

  1. Nice blog Man….lumayan tambah pengetahuan buat kita2 yang ga bergerak di bidang ini
    mungkin bisa ditambahkan kalo ada info pelatihannya….

    terus semangat ya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s