[Kz Garden]

sebenarnya Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 dan Proper KLH sama ataukah berbeda?

Proper KLH adalah kependekan dari Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dimana Proper dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup untuk menilai kinerja perusahaan terhadap pengelolaan lingkungannya.

Sebenarnya tujuan dari SML ISO 14001 dengan PROPER  sama yaitu pengelolaan, pengendalian dan pamantauan lingkungan. Prinsipnya untuk Lingkungan.

Kalau dibilang sama sebenarnya tidak sama, tetapi kalau dibilang berbeda sebenarnya juga tidak jauh berbeda.

Bisa dibilang sama karena tujuannya secara prinsip adalah sama seperti yang telah disebutkan. Sedangkan disebut tidak sama karena dalam Proper KLH lebih cenderung hanya sebagai audit kinerja lingkungan, sedangkan dalam SML ISO 14001 tidak hanya audit kinerja lingkungan tetapi meliputi audit sebuah sistem untuk mengelola lingungan.

Proper K3LH secara garis besar hanya sebagai berikut;

  • Evaluasi terhadap hasil pengelolaan tiga jenis limbah yaitu Limbah cair, Limbah padat (bisa B3 dan Non B3) dan Limbah yang dilepaskan ke udara. Evaluasi ini dilakukan pada effluen limbah cair, pengelolaan limbah B3, dan emisi yang dilepaskan ke udara.
  • Perusahaan peserta proper ditunjuk oleh KLH. Sehingga tidak semua perusahaan menjadi peserta Proper pusat. tetapi pada tahun 2008 sudah ada yang namanya proper daerah, jadi perusahaan yang tidak dilakukan audit oleh KLH sudah diaudit oleh Bapedalda atau Badan Lingkungan Hidup setempat.
  • Auditor oleh Kementerian Lingkungan Hidup
  • Sistem penialaian dengan menggunakan peringkat. Kategori dapat dilihat di www.menlh.go.id secara garis besar ada 4 kategori yaitu: Read more »

February 18, 2009 Posted by kasmancepu | ISO 14001 | , , , , , , | 2 Comments

Identifikasi Aspek k3L, Tonggak awal ISO 14001

Dalam sebuah SML (sistem manajemen lingkungan) setelah sebuah organisasi berkomitmen, yang dituangkan dalam kebijakan K3L perusahaannya hal yang harus segera dilakukan adalah identifikasi aspek K3L.

Identifikasi aspek K3L sama dengan penilaian bahaya dan resiko. perbedaan istilah ini hanya perbedaan pemakaian bahasa dan lingkup yang digunakan. dalam K3 untuk identifikasi lebih dikenal dengan bahaya dan resiko karena fokusnya lebih ditekankan kepada bahaya dan resikonya terhadap manusia / karyawan. Sedangkan dalam segi Lingkungan lebih dikenal dengan nama aspek dan dampak. Dalam ulasan kali ini saya menggunakan bahasa Aspek K3L.

Mengapa identifikasi aspek K3L menjadi hal terpenting dalam SML atau SMK3 (OHSAS)?

identifikasi K3L adalah sebab dan akibat. Identifikasi Aspek K3L menjadi sebuah prioritas utama karena dengan adanya identifikasi yang jelas tentang bahaya/aspek dan resiko/dampak  akan tampak jelas aspek/bahaya mana yang dianggap sangat penting, menengah atau kurang penting. Dari sini pula lah akan muncul yang namanya progam, tujuan dan sasaran, pelatihan terhadap karyawan, sebenarnya penetapan kebijakan K3L juga bisa di ambilkan dari hasil dari identifikasi ini sampai rencana tindakan darurat.

Metode Identifikasi Aspek K3L sendiri sebenarnya tidak ada standar wajib yang harus diikuti. hanya saja ebagian besar menggunakan 2 parameter utama. yaitu tingkat kemungkinan dan tingkat resiko.
Read more »

February 16, 2009 Posted by kasmancepu | ISO | , , , , , , , , , , | No Comments Yet

Dari Mana Memulai Sertifikasi ISO? part 2

Pada part 1 saya sudah mengatakan bahwa hal yang terpenting adalah komitmen. kali ini saya masih membahas komitment.

Siapa yang berkomitmen?

Tentu saja komitmen dimulai dari pihak manajemen. Manajemen harus mentransfer komitmen ini kepada seluruh elemen di perusahaannya. Sehingga tidak bisa komitmen hanya oleh Manajemen saja atau hanya karyawan saja (termasuk manager sampai operator).

Baik dalam ISO 9001, ISO 14001 dan OHSAS 18001 komitment yang ada juga harus di tulis dan ditandatangani oleh managemen. dan  komitmen ini juga harus dikomunikasikan kepada seluruh karyawan, baik mulai level bawah smpai level tertinggi. Read more »

February 9, 2009 Posted by kasmancepu | ISO | , , , , , , | 8 Comments

Dari Mana Memulai Sertifikasi ISO? part 1

Beberapa sahabat bertanya pada saya dari mana memulai apabila perusahaan atau tempat kerja kita ingin mendapatkan sertifikasi ISO 9001, 14001 dan OHSAS 18001?

wah pertanyaan yang cukup menohok sebenarnya!  ibaratnya kalau kita mau menuju ke sebuah gunung kita nggak tahu jalan menuju ke gunung tersebut. Saya memang bukan konsultan, tetapi saya akan memuali dengan menjawab berdasarkan pengetahuan saya saja.

Sebuah certificate hanyalah secarik kertas yang sebenarnya sebagai interpretasi dari apa yang sudah di raih. Sertifikat tersebut menjadi kurang berarti apabila apa yang sudah diraih tersebut itu hanyalah kebohongan atau fatamorgana belaka.

Kembali ke pertanyaan tadi, sebenarnya hal yang paling awal yang harus dimiliki adalah sesuatu yang namanya “KOMITMEN”. Komitmen tidak hanya diucapkan saja sehingga seperti dukun yang hanya komat kamit, tetapi komitmen merupakan suatu pangkal dari serangkaian jalan yang harus didaki untuk menaiki gunung dimana sertifikatnya berada di puncak gunung tersebut. Komitmen bukan hanya ucapan pacar kepada pasangannya, tetapi lebih pada ucapan saat ijab qobul dihadapan penghulu untuk sumpah setia. Jadi tentu saja harus penuh dengan tanggung jawab, karena kalo hanya sekedar ucapan manis atau angin surga, semua orang juga bisa.

Kalau sudah berkomitment? apa yang selanjtnya dilakukan??

ya karena ini standar, ya baca dulu standarnya sampai selesai, di cermati apa-apa saja yang pelu dilakukan?

nah baru dari sini akan panjang jalan menuju ke “gunung”…. (bersambung)

February 7, 2009 Posted by kasmancepu | ISO | , , | 4 Comments