penyejuk mataku

tak melihatkah engkau

aku disini sedang berdiri di tengah jalan

sambil meratap kepada pencipta debu dan bebatuan

untuk selalu memohonkan kepada engkau hai penyejuk mataku

agar virus perkotaan tak menyentuhmu

seandainya aku ini memang buta

maka aku tidak melihat apapun selain hitam

seandainya hatiku buta

maka aku tak bisa membedakan bunga dan menara beton

seandainya hidung ini tidak mencium

niscaya tak ada bedanya  digunung dan ditengah riuhnya jalan porong

sunggu aku kini tidak melihat seseorang

selain iblis yang berdiridan semakin mecengkeram

dengan mesin pemotong dan koper kejahatan

hilanglah engkau…

sekarang…tinggal puing-puing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s