Ekologi Kacau, Evolusi Kucing Menjadi Herbivora

dunia oh dunia

minggu ini saya melakukan perjalanan ke luar kota… yang merupakan perjalanan rutin hampir setiap bulan.

perjalanku pada saat itu memang malam hari jadi penumpang bus pun masih agak sepi, jadi bus yang mengantarku pulang akhirnya ngetem di terminal hampir selama satu jam.

sambil menunggu bus penuh, aku turun dan jalan-jalan disekitar terminal. dan o..God… aku melihat sekor kucing yang sedang makan rumput.

dalam hati aku hanya berfikir ” gila ya dunia, sampai kucing aja sekarang makan rumput?”

soalya seingatku dulu kucing itu jenis karnivora.

ni fotonya

sungguh sangat mengenaskan.

Kalaupun ingat Tom and Jerry, seharusnya kita juga ingat bahwa Kucing itu biasanya mengejar tikus, bukan sebaliknya. ini terjadi dan nyata, ketika Kucing saat ini malah dikejar-kejar oleh tikus.  jangan bilang ini mengada ada, soalnya tikus kota yang sering dikenal oleh orang semarang dengan nama “werog” gedhenya kadang sudah melebihi besar Kucing. Wah kasihan sekali ya dunia, rantai makanan sekarang banyak yang terbalik…

waduh tampaknya ekologi semakin kacau saja di dunia ini. semakin tidak seimbang, semakin rumit.

kalau sudah begini, maka “rakyat” (baca: petani) tentu saja juga semakin merugi. saya rasa saya nggak perlu menyajikan data di sini. kita lihat aja setiap tahunnya petani yang padinya puso (gagal panen) karena serangan hama. ya tikus, ya wereng, ya ulat, ya keong…duh…duh…duh…

kalau difikir kemana ular yang memakan tikus…? jawabannya ya dimakan atau dibunuh manusia…hehehe…nggak semua sih, saking banyaknya tikus, sampai sampai dalam satu malam sawah yang sudah siap panen, padinya dimakan sama tikus yang jumlahnya ribuan…Nggak percaya…? ini kejadian lo di desaku.bahkan sampai sianng hari tikus-tikusnya maih bertengger diatas bulir-bulir padi…hihihi…mengenaskan.

kemana burung yang makan insekta …? ditangkap, dimakan, dipenjarakan manusia atau bahkan mati keracunan., tetapi jangan salah…burung pipit sekarang nggak lagi makan serangga. sembari menunggu panen raya, mereka berkembang biak dulu, lalu pada saat padi sudah mulai berisi…serbuuuuu…ribuan burung pipt menyerbu sawah yang 1 bulan lagi siap panen. Alhasil…petani harus menunggui sawahnya pagi dan sore dengan menggunakan suara-suara yang bising agar burung-burung tersebut tidak hinggap dan memakan padi mereka.

Jangan fikir ah…paling berapa kilogram yang ilang….? Hohoho…. bukan cuma kilo gram kawan…kalo tidak di tunggui area yang harusnya menghasilkan  10 kwintal (1 ton) bisa hanya panen setengahnya alias 5 kwintal saja atau bahkan kurang…

sulit dipercaya ya…?

kacau…kacau…kacau..

2 thoughts on “Ekologi Kacau, Evolusi Kucing Menjadi Herbivora

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s