Kereta ekonomi part 1

rek ayo rek mlaku-mlaku nang tunjungan

rek ayo rek ayo podho berbarengan

cak ayo cak sopo gelem melu aku…

lah tiba-tiba saking enaknya suara yang lantunkan oleh pengamen wanita yang bisa dibilang badannya extra tersebut membuatku terlelap.

” kak, dari mana saja?”

“aku dari jakarta dik?”

duh capeknya, senin sore aku berangkat ke jakarta dengan menggunakan kereta ekonomi, berangkat dari surabaya jam 4 sore naek kereta kertajaya. lha..dalah selama dijalan ternyata naek kereta itu sangat menderita lho dik. coba bayangkan saja..setiap ada kereta yang mau menyalip, masak kereta saya selalu berhenti, paling cepet 10, sambil depe-depe bilang pada kereta sekelas gumarang, sembrani ato argo bromo dan seolah keretaku sambil bilang “Monggo Sampean Lewat riyen?’

(silahkan Anda lewat duluan).

ya jelas to yo mas, lha wong yo ono rego ki yo ono rupo to?

tapi ya enggak gitu to yo…, seandainya kamu juga naek kereta yang sama, kamu pasti akan merintih dan menangis, sambil memegang ujung hidungmu dengan jari dan jempolmu.

lha memangya kenapa to Mas?

begini lho dik…….

kereta ekonomi itu, tidak ada kipas anginnya apa lagi AC, yang lebih menambah penderitaan penumpang yang didalamnya adalah setiap kali berhenti, anginpun tidak ada yang membelai mereka, alhasil, selain kereta sudah penuh sesak, bahkan untuk bernafas saja susah. dibawah terik matahari, ditambah dengan keringat manusia yang mengalir bak buliran jagung, ditambah dengan konsentrasi karbon dioksida ditambah lagi kalo ada yang kentut, maka kadar suhu didalam kereta tersebutpun luar bisa. kamu bisa bayangkan tanpa harus aku berikan hitungan matematis. apalagi kamu juga tahu bahwa kadar oksigen juga tentunya semakin berkurang karena kapasitas kereta yang harusnya dalam satu ruangan diisi oleh 50 orang kini harus diisi dengan 100 orang.

“walah….koq ya betah orang yang ada didalam kereta”

mereka bukan betah tapi terpaksa loh. kalo kamu tahu mereka itu sangat terbatas dengan ekonomi, bahkan uang yang mereka pergunakan utuk beli tiket itu sangat mereka perhitungkan karena saat ini kereta adalah satu-satunya alat transportasi yang paling murah. kalo dihitung berapa jarak antara Surabaya Jakarta yang hanya dibayar dengan 45000, misalkan jaraknya adalah 1000km maka per km adalah 45 rupiah. lha yo apa ada alat transportasu yang semurah itu selaun kereta.

“Bungur-Bungur-bungur terakhir!!!”

aku tersentak ternyata sudah sampai bus yang membawaku dari stasiun Lamongan….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s