Mau Membuat Dokumen Lingkungan, Ini yang perlu Kamu Ketahui….

Ngomongin masalah dokumen lingkungan, akan banyak sekali tipe dari dokumen lingkungan. akan tetapi dokumen lingkungan yang paling populer diantara kesemuanya adalah dokumen AMDAL. eits…dokumen AMDAL pun bukan hanya 1 buku lho, dokumen AMDAL sendiri terdiri dari KA, ANDAL dan RKL RPL.

nah , ketika ada tetangga atau perusahaan kamu bekerja akan merencanakan suatu aktifitas baru atau perubahan kapasitas atau kegiatan baru, maka seharusnya kamu harus mengecek dulu apakah kegiatan yang direncanakan tersebut wajib AMDAL atau tidak.

Bagaimana kalau Aktifitas yang direncanakan benar-benar Baru?

Pertama yang harus kamu siapkan adalah PP 27 tahun 2012  dan PermenLH No. 5 tahun 2012 tentang rencana usaha dan atau kegiatan yang wajib AMDAL.

Kedua, coba diidentifikasi dahulu kegiatan utama yang akan direncanakan, dan juga kegiatan pendukung yang direncanakan beserta besaran/kapasitas/luasan  dan data-data pendukung lainnya. Ini fungsinya untuk penapisan / screening pada tahap selanjutnya.

Ketiga, bukalah PermenLH 05/2012, ga usah pikir panjang, langsung aja meluncur ke Lampiran 5, masukin aja langkah kedua diatas.

Selanjutnya, dari masing-masing aktifitas utama dengan kapasitas tersebut, dicocokkan  dengan lampiran I. Apabila masuk dalam kriteria dalam lampiran I , berarti aktifitas yang di tapis wajib memiliki Dokumen AMDAL.

Lanjutkan dengan kegiatan pendukung dan cocokkan kapasitasnya, Apabila masuk dalam lampiran I, maka meskipun kegiatan utama tidak wajib AMDAL, tetapi kegiatan pendukung masuk kriteria, Secara otomatis kegiatan/aktifitas yang direncanakan adalah wajib AMDAL.

Bagaimana apabila tidak masuk dalam lampiran I?

Langkah selanjutnya, kamu harus cek di lampiran II.  Di lampiran II, apabila daftar kegiatan yang direncanakan tidak ada dalam lampiran I, maka harus di cek lokasi yang direncanakan merupakan kawasan Lindung atau berbatasan langsung dengan kawasan lindung?  Kalau Jawabanya “YA” maka  kegiatan yang direncanakan adalah Wajib AMDAL. tetapi kalau tidak, maka kamu harus membuat Dokumen UKL UPL.

Nah…. ditahap ini kamu pasti sudah dapat menyimpulkankan dong wajib AMDAL atau hanya menyusun UKL UPL.

kalau Wajib AMDAL, berarti Tim penyusun dokumen AMDAL harus memiliki Kompetensi Penyusun Dokumen AMDAL yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkunga Hidup.

Kalau hanya UKL UPL, kamu bisa menyusun dokumen UKL UPL sendiri dengan tata cara penyusunan Dokumen lingkungan sesuai dengan Permen LH No. 16 tahun 2012 lampiran IV. Perlu diketahui juga bahwa untuk menyusun Dokumen UKL UPL tidak ada persyaratan kompetensi pemyusun AMDAL, makanya siapapun bisa membuat dokumen UKL UPL asal sesuai dengan kaidah penulisan dokumen lingkungan.

Bagaimana jika perusahaan atau aktifitasnya sudah berjalan tetapi belum memiliki dokumen lingkungan?

Apabila ada kejadian seperti ini, maka bisa merujuk pada PermenLH No. 14 tahun 2010 tentang dokumen lingkungan hidup bagi usaha dan atau kegiatan yang telah memiliki izin usaha tetapi belum memiliki dokumen lingkungan hidup.  Tetap saja perlu dilakukan penapisan seperti diatas di bandingkan dengan PermenLH No. 5 tahun 2012. Apabila Wajib AMDAL, maka wajib menyusun Dokumen DELH, tetapi apabila hanya wajib UKL UPL, maka diwajibkan menyusun dokumen DPLH.

 

Bagaimana dengan SPPL(Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkunga?

Batasan antara Wajib UKL UPL atau dengan cukup SPPL akan berbeda-beda tiap daerah (kabupaten). karena dari MenLH hanya mengeluarkan surat edaran yang dapat digunakan sebagai rujukan dalam penetapan keputusan daerah. Ada baiknya berkonsultasi dengan pejabat lingkungan setempat seperti Dinas/Badan Lingkungan Hidup setempat.

selamat menyusun….

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s