Kasur “Kapuk” yang tersingkirkan

Alergi…

tidak higienis…

kotor…

berdebu…

kuno…

tidak praktis….

ya..begitulah orang kebanyakan sekarang menganggap empuknya kasur kapuk yang dahulu menjadi primadona di pedesaan dan diperkotaan. sekarang lambat laun lebih banyak memakai kasur yang terbuat dari sponge, atau spring bed yang dijual yang dilengkapi dengan pegas sehingga lebih “mentul-mentul” dan nggak berdebu…

eeei…t namun hal tersebut tidak berlaku lo di pedesaan. masih banyak koq yang menggunakan kasur dari kapuk. kenapa demikian:

sebagai “wong Ndesa” tentu saja aku tahu jawabannya karena memang aku juragannya kasur kapuk… nah kalo ada yang mau pesan…? boleh hubuni saja HPku…. tentu saja dengan tambahan biaya kirim…

  1. Alami : yang jelas hanya dari buah kapuk asli, jadi karena bahannya dari alam sebenarnya aman untuk manuasia. namanya juga asli alami, bukan semacam spons atau karpet sintetis yang katanya barbahaya karena ada beberapa senyawa kimia yang menguap dari karpet atau spons…benar nggak sih…
  2. Gampang di dapat : kalau di desa…sih…
  3. Murah : ralatif lebih murah jika dibandingkan dengan bahan kasur lain, meskipun “ono rego ono rupo, tapi dengan merogoh uang dibawah 500rb kita sudah bisa menggondol kasur dengan ukuran 170 x 150 cm. lumayan kan..ya kalau dibandingnkan dengan spon…yang nota bene lebih panas kalau dipakai ya lebih murahan sponges.
  4. Dapat dibongkar dan diperbarui : eh bener lho…kalau kasurnya sudah agak kempes dan tidak empuk lagi, maka kapuk yang mati bisa di ganti dengan kapuk yang baru atau dengan menambahkan sebagian kapuk yang baru, sehingga akan terasa lebih nyaman kembali. nggak cuma itu, kalau mau ganti kainnya juga bisa….
  5. adem : dibandingkan dengan kaur kain seperti sponge, kasur kapuk relatif lebih adem.
  6. dapat di”empukkan” lagi degan cara di jemur…selain mengembangkan kapuk, juga sebagai pembunuh kuman karena adanya sinar UV matahari yang membunuh kuman2 yang menempel di permukaan kasur, sembari mengurangi debu yang menempel dengan cara di pukul2.

kekurangannya apa ya…?

  • berat : dibandingkan dengan kasur sponge tapi lebih ringan dibandingkan spring bed
  • tidak tahan air : kalau kena air maka kasur kapuk gampang banget basah, untuk mengatasinya kita bisa menggunakan karpet untuk yang punya bayi, sehingga pipis si kecil nggak tembus
  • perlu di jemur jika sudah agak lembab.
  • tidak cocok untuk yang punya alergi pernafasan dan alergi debu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s